Kalau dilihat sepintas, bebek korma ini mirip opor dari Jawa. Keduanya sama-sama bergelimang kuah santan putih. Yang membedakannya dengan opor adalah komposisi rempah yang lebih beragam dan kaya aroma. Selain itu, ditambah lagi dengan kelapa parut sangrai yang dihaluskan sampai keluar minyak. Semua itu membuat gurihnya bebek korma selapis di atas opor.
Proses memasak yang menggunakan api kecil dan agak lama, membuat daging bebek sangat empuk, dan kaldu bebek keluar sempurna. Kuatnya aneka rempah mampu menghilangkan aroma daging bebek yang khas. Bahkan, kekuatan rempah masakan korma juga bisa menghilangkan aroma prengus daging kambing. Karena itu kita juga bisa menemukan masakan kambing korma di rumah makan Aceh.
Sie itek alias kari bebek juga hadir dalam versi lain, yaitu sie itek masak meubleng alias kari bebek masak merah. Bedanya, masakan ini berwarna merah karena penggunaan cabai merah dalam jumlah yang cukup banyak, sehingga membuat masakan ini bercitarasa pedas.
Selain dengan nasi putih, saya selalu menyantap bebek korma dengan sepiring kecil pacri nenas, sejenis acar yang sudah dimasak dengan sedikit kuah berempah sampai airnya kering. Rasa asam, manis, segar, dan harum cocok sekali untuk mengimbangi rasa gurih bebek korma.