Nasi Galung


    Hidangan sederhana ini kini sudah hadir dengan versi upgrade. Artinya, tersedia banyak pilihan lauk lain untuk membuat hidangan ini lebih komplet. Display gerai nasi galung sekarang umumnya mirip dengan nasi lemak gaya Peranakan di Singapura – dengan berbagai pilihan lauk yang menerbitkan air liur. Salah satu yang disarankan adalahsemur jengkol. Semur jengkolnya berbeda dari versi Betawi yang cenderung manis. Yang versi Galung warnanya lebih cerah dan rasanya pedas, menggunakan santan kental yang gurih.

    Biasanya, hidangan nasi galung versi upgrade ini dilengkapi dengan rendang atau ayam goreng. Ayamnya sederhana, dan rendangnya gagrak rendang Sumatra Utara yang memang lebih halus rasanya. Namun, jika disantap bersama nasi dan kelengkapannya, tanpa terasa satu porsi besar ludes sampai piringnya licin tandas!

    Kebanyakan warung nasi galung juga menyajikan hidangan khas Siantar lainnya, yaitu miso ayam. Jangan salah sangka! Ini bukan miso-shiru alias sup tauco Jepang, melainkan mi (mi kuning dan mihun) berkuah mirip soto atau kari encer.

    Nasi galung adalah kisah sukses sebuah kreasi kuliner lokal. Konon, penamaan ini karena penjualnya yang pertama bermarga Hutagalung. Pematang Siantar – kota dengan populasi motor Norton kuno terbanyak di dunia (sebagian besar untuk transportasi yang terkenal dengan “becak norton”) – ternyata juga punya ikon kuliner yang dapat dibanggakan, bahkan telah merambah ke ibu kota negara. Maklum, nasi rames selalu menjadi comfort food yang disukai orang. Apalagi karena kombinasi nasi galung ini unik dan beda – dengan cocolan sambal tauco pedasnya yang khas Medan. Tabo, bah!


Cari tau Resep Masakan


Share via